Kreatifitas Industri Wisata Di Tengah Pembatasan Wisata Komodo

Komodo merupakan hewan yang sangat langka dan hanya ada di Indonesia. Kebeadaannya dilindungi dan mendapatkan tempat penangkaran khusus di beberapa pulau di Flores. Salah satu penangkaran dan konservasi terbesar satwa komodo ada di Pulau Konodo yang keberadaan destinasi wisata ini populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Karena ancaman yang serius mulai dari perburuan liar sampai ancaman sedikitnya mangsa yang tersedia membayang bayangi keberlangsungan hidup satwa ini. Bahkan satwa dan pulau Komodo masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Maka dengan demikian seluruh dunia menjadi tahu bahwa satwa ini memang terancam dan harus dilindungi keberadaannya.

Pembatasan Akses ke Pulau Komodo

Pada awal sampai pertengahan tahun 2019 ada desas desus bahwa pulau Komodo akan ditutup dari akses wisatawan luar yang akan memasuki pulau Komodo. Penutupan secara total ini aka dilakukan pada Januari 2020. Seperti berita yang dikutip oleh Bisnis.com pada 29 Maret 2019 bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur setelah melakukan rapat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhirnya memutuskan kegiatan wisata di Pulau Komodo akan ditutup mulai Januari 2020.

Keputusan penutupan ini adalah untuk memaksimalkan upaya konservasi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah NTT. Dengan melakukan penutupan maka konservasi akan berjalan dengan baik dan maksimal. Selain itu adanya penyelundupan 41 ekor bayi Komodo sejal 2016 sampai 2019 juga disinyalir menjadi sebab keluarnya keputusan tersebut.

Meskipun keputusa dari pemerintah pusat dan daerah tersebut seperti positif namun penyedia jasa Komodo tour package yang biasanya melayani perjalanan wisata pulau Komodo menjadi terancam keberlangsungan usahanya. Wisatawan mancanegara yang tadinya banyak yang membeli paket wisata ke Pulau Komodo tentu akan mengurungkan niatnya.

Berita menggembirakan datang pada akhir 2019 dengan masih mengutip dari laman Bisnis.com Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan memastikan Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tidak akan ditutup, tetapi ditata dengan membatasi jumlah wisatawan. Luhut menyampaikan hal itu seusai rakor Pengelolaan Taman Nasional Komodo bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pariwisata, dan Gubernur NTT, di Kantor Maritim, Rabu (2/10/2019).

Dikabarkan pembatasan tersebut berlaku seterusnya dengan aturan yang memiliki hak akses ke pulau Komodo adalah yang mengantongi semacam member card kelas premium. Kartu ini merupakan kartu berlangganan. Dengan demikian pengunjung yang dapat melakukan kunjungan adalah mereka yang mampu membayar lebih tinggi.

Keberlangsungan Dunia Pariwisata

Apa yang di lakukan oleh pemerintah tersebut tentu saja mempengaruhi pelayanan wisata para penyedia paket wisata Komodo. Para wisatawan yang akan mengunjungi pulau Komodo tentu akan me;ihat kemampuan dirinya jika harus membayar dengan biaya tinggi. Bahkan tiket penerbangan ke Komodo mencapai harga 15 juta rupiah.

Tetapi para penyedia paket kunjungan wisata binatang langka ini masih bisa bernafas lega karena bagi wisatawan yang tidak memiliki kartu keanggotaan premium ini bisa masuk dan melihat Komodo di tempat lain selain Pulau Komodo. Memang di Pulau Komodo terdapat satwa Komodo berukuran besar sedangkan pulau Rinca juga terdapat Komodo tetapi memiliki ujuran lebih kecil dan bisa diakses wisatawan siapa saja.

Kreatifitas Pelaku Bisnis Pariwisata

Saat ini bertebaran pelaku industri pariwisata di Flores yang menyediakan paket perjalanan wisata ke Pulau Komodo dan pulau sekitarnya. Dengan memanfaatkan internet dan menggandeng perusahaan jasa pembuatan website di Jogja mereka menciptakan pasarnya sendiri melalui optimasi mesin pencari.

Dengan membangun pasar sendiri melalui hal-hal yang bisa di-SEO-kan mereka tidak terlalu tergantung dengan berbagai keputusan pemerintah yang kadang kala merugikan para pelaku industri wisata. Dengan membangun website informasi ini berbagai destinasi wisata di NTT yang awalnya kurang begitu dikenal menjadi dilirik oleh pengguna internet. Dan layanan yang profesional mampu menghantarkan wisatawan baru yang lebih cenderung tertarik dengan layanan wisata seperti ini dari pada wisata komodo di {Pulau Komodo yang memiliki tarif tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: