Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah

Keranda jenazah stainless dan pemandian jenazah stainless adalah desain yang modern dan lebih tahan lama. Karena bahan pembuatan dan kualitasnya, peralatan pengurusan jenazah ini membutuhkan biaya khusus. Namun tentu saja tidak harus semua orang memilikinya. Peralatan ini bisa dimiliki melalui organisasi seperti Dewan Kepengurusan Masjid atau melalui petugas jenazah setempat.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Latihan Memandikan Jenazah, sumber Tugas Sekolah
Latihan Memandikan Jenazah, sumber Tugas Sekolah

Keranda dan tempat pemandian jenazah hanyalah sarana untuk mengurus jenazah. Yang paling penting untuk melaksanakan fardhu kifayah adalah keberadaan orang-orang yang memahami tata cara pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan hingga menguburkan jenazah. Dalam kesempatan ini, berikut kami sampaikan tata cara memandikan jenazah.

Berikut tata cara memandikan jenazah:

  1. Meletakkan jenazah dengan kepala agak tinggi di tempat yang disediakan
  2. Yang memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan.
  3. Ambil kain penutup dari jenazah dan ganti dengan kain basahan agar auratnya tidak terlihat
  4. Setelah itu bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kaki serta rambutnya.
  5. Bersihkan kotoran jenazah baik yang keluar dari depan maupun dari belakang terlebih dahulu. Caranya, tekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar.
  6. Siram atau basuh seluruh anggota tubuh jenazah dengan air sabun.
  7. Kemudian siram dengan air yang bersih sambil berniat sesuai jenis kelamin jenazah. Niat memandikan jenazah perempuan:
    “Nawaitul ghusla adaa’an hadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa.”
    Artinya: “Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (wanita) ini karena Allah Ta’ala.”
    Niat memandikan jenazah laki-laki:
    “Nawaitul ghusla adaa ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’aalaa”
    Artinya: “Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (pria) ini karena Allah Ta’ala.”
  8. Siram atau basuh dari kepala hingga ujung kaki dengan air bersih. Siram sebelah kanan dan kiri masing-masing 3 kali.
  9. Memiringkan jenazah ke kiri, basuh bagian lambung kanan sebelah belakang.
  10. Memiringkan jenazah ke kanan, basuh bagian lambung kirinya sebelah belakang.
  11. Siram lagi dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki.
  12. Siram dengan air kapur barus.
  13. Jenazah kemudian diwudhukan seperti orang yang berwudhu sebelum sholat.
  14. Perlakukan jenazah dengan lembut saat membalik dan menggosok anggota tubuhnya.
  15. Jika keluar dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi. Jika keluar najis setelah di atas kafan, tidak perlu diulangi mandinya, cukup hanya dengan membuang najis tersebut.
  16. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus dilepas dan dibiarkan terurai ke belakang. Setelah disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan dengan handuk dan dikepang.
  17. Keringkan tubuh jenazah setelah dimandikan dengan handuk sehingga tidak membasahi kain kafannya.
  18. Selesai memandikan jenazah, berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum dikafani. Biasanya menggunakan air kapur barus.

Cara Mengkafani Jenazah

Untuk cara mengkafani jenazah, berbeda antara laki-laki dan perempuan. Berikut cara mengkafani jenazah laki-laki:

1. Memilih dan mempersiapkan ukuran kain

Sebelum memmilih kain kafan hendaklah yg mengurus jenazah mengukur postur dari jenazah, lalu potong kain dan sesuaikan dengan postur jenazah yang telah di ukur

  • Jika lebar tubuh korban 30cm, maka leba kain yang disediakan adalah 90cm (1:3)
  • Jika tinggi tubuhnya 180 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 60cm
  • Jika tinggi tubuhnya 150 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 50cm
  • Jika tinggi tubuhnya 120 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 40cm
  • Jika tinggi tubuhnya 90 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 30cm
  • Tambahan panjang kain kafan dimasudkan agar mudah mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya

2. Mempersiapkan tali pengikat kain kafan

  • panjang tali disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan, misalkan lebar  tubuhnya 60cm berarti panjang tali adalah 180cm
  • Siapkan 7 tali pengikat (usahakan tali pengikat jumlahnya ganjil) lalu di pintal dan diletakan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah.
  • Kemudian letakan 3 helai kain kafan sama rata diatas tali pengikat yang sudah dahulu diletakkan diatas usungan jenazah, dengan menyisikan lebih panjang dibagian kepala

3. Cara mempersiapkan kain penutup aurat

  • Sediakan kain dengan panjang 100cm dan lebar 25cm (untuk jenazah yang tubuhnya mempunyai lebar  60cm dan tinggi 180cm), potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi.
  • Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayit, letakan juga potongan kapas diatasnya
  • lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayit

4. Cara memakaikan kain penutup aurat

  • Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh jenazah dengan wewangian atau sejenisnya,bubuhi anggota-anggota sujud
  • sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakan dibagian tubuh yang terlipat seperti ketiak dan yang lainnya
  • Letakan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh, lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari kanan lalu ikat dengan baik

5. Membalut kain kafan

  • Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan, balutlah dari kepala sampai kaki
  • Lakukan langkah perrtama pada lembaran kain yang kedua dan ketiga

6. Mengikatkan Tali pengikat

  • Mulailah dengan mengikat tali dari atas kepala mayit dan sisa kain atas yang lebih itu dilipat kebagian wajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri
  • Ikatlah bagian kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri
  • setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak sama rata. perlu diperhatikan untuk mengikat tali agar tidak terlalu kencang dan usahakan ikatan terletak di sebelah sisi tubuh bagian kiri agar mudah dibuka saat jenazah dibaringkan kesebelah kanan dalam kubur

Sedangkan untuk jenazah wanita adalah :

1. Mempersiapkan baju kurungnya

  • Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya, lalu ukuran tersebut dikalikan dua, kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut
  • Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya
  • Setelah dilipat dua, biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang, dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit, dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya ).lebar baju kurung tersebut 90 cm.

2. Cara mempersiapkan kain sarung

Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya.

3. Cara mempersiapkan kerudung.

Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung.

4. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.

  • Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm
  • Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok
  • Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya, letakkan juga potongan kapas diatasnya
  • Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya.

 5. Cara melipat kain kafan

Sama seperti membungkus mayat laki-laki.

6. Cara mengikat tali

Sama seperti membungkus jenazah laki-laki.

Catatan:

  1. Cara mengkafani jenazah anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain.
  2. Cara mengkafani jenazah anak perempuan yang berusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membaluatnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain.

Itulah cara memandikan jenazah serta mengkafani jenazah baik laki-laki dan perempuan. Untuk membeli keranda mayat, kunjungi distributorkerandajenazah.com. Terdapat informasi harga keranda mayat dan informasi yang berkaitan lainnya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda.

Published by Sidqi Hatake

Lulusan S1 Penerbangan yang mengadu nasib jadi tukang konten dan website.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: