Masalah baju bau apek merupakan hal yang cukup sering dialami banyak orang, apalagi di tengah musim hujan saat ini, terutama di daerah dengan tingkat kelembaban tinggi. Cuaca yang lebih sering mendung, membuat pakaian jadi sulit kering.
Bau apek pada baju bukan sekedar persoalan aroma, melainkan tanda adanya bakteri dan jamur yang berkembang pada serat kain. Jika dibiarkan, pakaian tidak hanya terasa tidak nyaman dipakai, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan kulit.
Apa Penyebab Baju Bau Apek?

Untuk memahami cara mengatasi baju bau apek, langkah pertama adalah mengetahui penyebabnya. Umumnya, baju yang bau apek muncul akibat kombinasi antara air, bakteri, dan kurangnya sirkulasi udara.
Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain, karena pakaian terlalu lama dibiarkan di mesin cuci setelah proses pencucian selesai, penjemuran di tempat yang lembab dan minim sinar matahari, pakaian disimpan sebelum benar-benar kering, mesin cuci jarang dibersihkan, dan lemari pakaian yang pengap.
Situasi ini mirip dengan kondisi lingkungan lembab, seperti saat merawat tanaman saat musim hujan, di mana kontrol kelembaban dan sirkulasi udara sangat menentukan agar tidak muncul jamur.
Bau apek pada pakaian bisa bertahan lama karena bakteri menempel kuat di serat kain. Bahkan, penggunaan pewangi berlebihan sering kali hanya menutupi bau sementara, bukan menghilangkannya. Akibatnya, aroma tidak sedap justru bercampur dengan wangi dan terasa semakin mengganggu.
Jika pakaian yang bau apek terus digunakan, terutama untuk aktivitas ibadah atau pakaian dalam, hal ini tentu kurang ideal. Misalnya pada perlengkapan ibadah seperti sajadah untuk ibadah, kebersihan dan kesegaran kain menjadi aspek yang sangat penting.
Cara Mengatasi Bau Apek pada Baju Secara Efektif

Siapapun tentu tidak menginginkan pakaian yang dimiliki beraroma kurang sedap, tentu Anda juga demikian, kan? Maka, berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bau apek pada baju ataupun pakaian Anda.
1. Cuci Ulang dengan Teknik yang Tepat
Sebagai langkah pemulihan, jika pakaian Anda sudah terlanjur bau, maka sebaiknya dicuci ulang. Gunakan air hangat (jika bahan memungkinkan) untuk membantu membunuh bakteri penyebab bau.
Lebih baik untuk mengeluarkan lebih banyak sabun dan air, daripada harus menggunakan baju yang bau apek dan pastinya sudah terkontaminasi bakteri. Sebagai langkah tambahan, penggunaan deterjen alami berbahan dasar dari alam dapat menjadi pilihan yang bijak.
Deterjen jenis ini umumnya lebih lembut di kulit, efektif mengurangi bau, serta menghasilkan limbah yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, Anda tidak hanya merawat pakaian dan kesehatan diri, tetapi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
2. Gunakan Bahan Penetral Alami
Selanjutnya, Anda dapat menggunakan bahan dapur seperti baking soda atau cuka sebagai penetral bau alami. Sifat basa pada baking soda dan asam pada cuka cukup efektif untuk memecah senyawa volatil penyebab bau apek pada pakaian.
Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menambahkan 2 bahan tersebut dengan takaran 1:1 kedalam air panas. Selanjutnya rendam pakaian selama 30 menit sampai 1 jam. Apabila bau apek pada pakaian cukup membandel, Anda bisa merendamnya semalaman.
Kemudian, Anda bisa melanjutkan mencucinya dengan deterjen dan pelembut pakaian seperti biasa. Pastikan Anda tidak menunda pencucian lebih dari semalaman ya!
3. Perhatikan Proses Pembilasan
Setelah mencucinya menggunakan deterjen, tahap selanjutnya yaitu membilas pakaian dari air sabun. Pastikan deterjen benar-benar terbilas bersih, jika perlu Anda bisa membilasnya sampai 2 kali.
Mencuci menggunakan deterjen sudah pasti menghasilkan residu, khususnya pada deterjen bubuk. Residu deterjen yang tertinggal justru dapat menjadi media berkembangnya bakteri, dan lebih parahnya lagi dapat menyebabkan iritasi jika kulit Anda sensitif.
4. Jemur dengan Sirkulasi Udara Baik
Salah satu hal yang paling penting dalam tahapan mencuci yaitu, bagaimana cara Anda menjemur pakaian basah. Hal ini karena, pakaian yang terlalu lama basah atau lembab adalah tempat kesukaan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.
Pastikan Anda menjemurnya di tempat yang terbuka dan mendapat akses sinar matahari yang baik. Sinar matahari dan aliran udara terbuka sangat membantu proses pengeringan. Hindari menjemur pakaian di ruangan tertutup atau lembab dalam waktu lama.
5. Setrika Setelah Kering

Jika bahan kain dari baju Anda adalah kain yang mudah kusut, tentu Anda perlu menyetrikanya, bukan? Nah, pastikan Anda menyetrika pakaian setelah dia sudah benar – benar kering.
Sebab jika Anda menyetrika pakaian masih dalam keadaan basah, bahkan mungkin basah kuyup, sudah pasti baju akan bau apek lagi. Selain itu, juga akan meninggalkan noda kuning, memicu tumbuhnya jamur, bahkan sampai merusak serat pakaian Anda.
Ingat, bahwa fungsi setrika adalah untuk merapikan pakaian yang kusut, bukan untuk mengeringkan pakaian. Dengan menggunakan setrika, selain berfungsi merapikan pakaian, suhu panas dari setrika bisa membantu membunuh sisa mikroorganisme yang masih menempel pada kain.
Satu hal yang pasti, mengatasi baju bau apek tidak cukup hanya dengan mencuci ulang. Anda perlu menghindari beberapa kebiasaan yang lain. Seperti halnya, sering menumpuk pakaian basah terlalu lama, jarang membersihkan mesin cuci, dan tidak langsung menjemur pakaian setelah selesai dicuci.
Memang tidak dipungkiri, ada kondisi tertentu di mana bau apek sangat sulit dihilangkan, terutama pada pakaian berbahan tebal, sprei, atau pakaian yang lama disimpan dalam kondisi lembab. Dalam situasi seperti ini, menggunakan jasa laundry express Makassar bisa menjadi solusi yang praktis.
Laundry profesional memiliki peralatan dan teknik khusus untuk menghilangkan bau hingga ke serat kain terdalam. Selain hasilnya lebih maksimal, prosesnya juga lebih higienis dan efisien, terutama bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi cuaca yang tidak mendukung penjemuran.
Masalah baju bau apek memang sering terjadi, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan cara perawatan yang tepat, pakaian dapat kembali segar, bersih, dan nyaman digunakan. Mulai dari kebiasaan mencuci, menjemur, hingga menyimpan pakaian, semuanya berperan penting dalam menjaga kualitas pakaian.
