Tradisi Unik di Sumatra Barat Yang Perlu Anda Tahu

Sumatra Barat adalah wilayah di sisi barat pulu Sumatra yang memiliki kebudayaan melayu yang masih kental. Beberapa tradisi unik di Sumatra Barat merupakan warisan dari leluhur mereka. Salah satu yang mempengaruhi corak tradisi dan kebudayaan di Sumatra Barat adalah Agama Islam. Karena itulah ada ungkapan masyarakat Minangkabau yang berbunyi adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.

Adat tabui.

Beberapa tradisi di Padang Sumatra Barat berhasil menarik perhatian pelaku wisata. Karena itulah beberapa tradisi wisata tersebut di masukan dalam daftar pakej percutian Padang yang menyasar wisatawan dari tanah seberang yakni Malaysia. Inilah tradisi unik di Sumatra Barat yang perlu anda ketahui.

Tradisi Pacu Jawi

Tradisi Pacu Jawi merupakan tradisi unik yang dilakukan masyarakat minangkabau. Tradisi unik Pacu Jawi ini mirip dengan Karapan Sapi di daerah Madura. Tetapi yang membedakan keduanya ialah lahan yang dipakai. Karapan Sapi memakai sawah yang kering, sedangkan Pacu Jawi memakai sawah yang basah dan berlumpur. Selain itu, joki Pacu Jawi tidak memakai tongkat seperti Karapan Sapi, mereka biasanya menggigit ekor sapi dengan tujuan agar sapi berlari dengan cepat.

Tradisi Tabuik

Tradisi Tabuik merupakan upacara adat yang dilakukan pada setiap tanggal 10 Muharam. Acara ini pertama kali dikenalkan oleh tentara Tamil muslim yang berasal dari India pada tahun 1831. Kegiatan ini kabarnya memperingati hari Asyura. Adapun makna Tabuik sendiri merupakan pengusungan jenazah. Jenazah melatar belakangi adanya kasus pembantaian cucu Nabi di hari asyura.

Tradisi ini merupakan adat Syi’ah namun seiring berjalan waktu, tak sedikit penganut Sunni yang turut melakukannya. Peringatan Asyura mencakup upacara pelabuhan Tabuik ke laut lepas. Sebagian berpendapat, Tabuik sangat penting untuk menghormati keluarga nabi Muhammad SAW tanpa harus berlebihan dengan menyiksa diri meratapi pembantaian cucu nabi.

Pacu Itiak

Pacu Bebek atau Pacu Itiak merupakan tradisi turun temurun sejak tahun 1928. Acara ini dilakukan untuk menguji bebek siapa yang bisa memenangkan pertandingan. Tujuan dari acara ini adalah melestarikan budaya dan sebagai bentuk kreativitas industri wisata yang merupakan warisan dari zaman dahulu. Panitia perlombaan biasanya langsung pemerintah setempat atau juga komunitas dari masyarakat. Terdapat hadiah menarik pada acara ini.

Tradisi Basapa

Kegiatan ini merupakan ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin yang berlokasi di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.Basapa berasal dari kata Safar yang merupakan nama bulan dalam kalender Hijriah karena umumnya pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 10 Safar. Tujuan kegiatan ini ialah sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Syekh Burhanuddin.

Syekh Burhanuddin memang seorang ulama yang mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau. Ajaran Tarekat Syatarriah yang dibawa Syekh Burhanuddin mendapat tempat di hati masyarakat Minangkabau yang berpenduduk mayoritas muslim tradisional.

Sapa Gadang yang merupakan fase pertama kegiatan ritual ini yang diadakan pada minggu kedua bulan Safar sedangkan Sapa Ketek diadakan pada minggu selanjutnya. Tanggal 10 Safar sendiri diyakini sebagai tanggal atau hari dimana meninggalnya Syekh Burhlanuddin yaitu 10 Safar 1111 H/1691 M. artinya perayaan ini jug sekaligus memperingati kematian Syekh Burhanuddin.

Upacara Batagak Kudo-Kudo

Bentuk gotong royong dari masyarakat Minang adalah upacara ini. Upacara Batagak Kudo-Kudo ialah salah satu rangkaian panjang dari tradisi masyarakat Minangkabau dalam membangun rumah baru. Kegiatan ini dilakukan saat sebuah rumah baru akan baru dipasang pondasinya.

Tradisi ini mirip dengan “baralek” dengan mengundang orang kampung dan sanak famili. Para undangan yang datang biasanya tidak datang dengan tangan kosong saja. Mereka biasanya membawa seng atau atap untuk rumah guna memberikan bantuan seikhlasnnya. Sehingga seseorang yang akan membangun rumah beban biayanya akan menjadi lebih ringan.

Tradisi Pacu Itiak. Sumber cloudfront.net

Itulah beberapa tradisi unik di Sumatra Barat yang merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya tanah Nusantara. Sungguh, tradisi ini memiliki nilai-nilai yang patut dipertahankan. Dengan demikian tradisi tersebut masih bisa di nikmati oleh generasi selanjutnya meskipun terjadi kemajuan ilmu dan teknologi secara masif. Semoga artikel ini bermanfaat,angan lupa membaca artikel kami lainnya tentang wisata Pantai Baron Yogyakarta. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: